Kadis Dppkb kota Makassar (Kiri), Drs Andi Irwan Bangsawan MSi, saat menjadi narasumber dalam Program Ruang Tengah di Unhas TV, Indotimpost,...
Indotimpost, Makassar - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar terus mendorong percepatan pembangunan keluarga sekaligus penurunan angka stunting melalui penerapan program Quick Wins.
Kadis Dppkb kota Makassar (Kiri), Drs Andi Irwan Bangsawan MSi, saat menjadi narasumber dalam Program Ruang Tengah di Unhas TV,
Quick Wins merupakan program strategis yang diluncurkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, yang dirancang untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Quick Wins ini adalah program strategis dari pemerintah pusat yang langsung menyasar masyarakat, khususnya dalam rangka pembangunan keluarga,” ujar Kepala DPPKB Kota Makassar, Drs Andi Irwan Bangsawan MSi, saat menjadi narasumber dalam Program Ruang Tengah di Unhas TV, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa Quick Wins menjadi salah satu program prioritas nasional yang bertujuan membangun keluarga berkualitas secara menyeluruh dengan pendekatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurut Irwan, Quick Wins memiliki lima program utama. Program pertama adalah Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), yang menitikberatkan pada kolaborasi berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, dalam upaya pencegahan stunting. Melalui program ini, sektor swasta didorong untuk berkontribusi melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Di Kota Makassar, kontribusi CSR untuk pencegahan stunting tahun lalu mencapai hampir Rp2-3 miliar. Ini menunjukkan bahwa penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” jelasnya.
Program kedua yakni Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), yang difokuskan pada perlindungan serta edukasi anak sejak lahir hingga usia balita. Program ini menegaskan pentingnya fase awal kehidupan anak sebagai fondasi pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas.
Selanjutnya, program ketiga adalah Gatik (Gerakan Ayah Teladan Indonesia). Dalam penjelasannya, Irwan menekankan bahwa peran ayah sangat penting dalam pembentukan karakter anak dan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada ibu.
“Sekitar 26 persen anak di Indonesia kehilangan peran ayah. Ini yang ingin kita ubah. Ayah tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga pembina karakter anak,” katanya.
Selain itu, Quick Wins juga mencakup pengembangan Super Apps Keluarga Indonesia, sebuah aplikasi terpadu yang tengah disiapkan oleh pemerintah pusat untuk mendukung layanan serta akses informasi keluarga.
Program kelima adalah Lansia Berdaya, yang bertujuan mendorong para lanjut usia agar tetap aktif, produktif, dan mandiri sebagai bagian penting dari keluarga dan masyarakat.
Terkait kondisi stunting di Makassar, Irwan mengungkapkan bahwa angka prevalensi stunting menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Kota Makassar menurun dari 25,6 persen menjadi 22,9 persen.
Sementara itu, berdasarkan hasil pendataan internal DPPKB, tercatat sekitar 3.020 anak mengalami stunting dan sekitar 10 ribu keluarga masuk dalam kategori berisiko stunting yang menjadi sasaran intervensi program.
Selain melalui Genting, DPPKB Makassar juga memperkuat upaya pencegahan stunting dengan memberikan edukasi kepada calon pengantin (catin). Edukasi ini dilakukan sejak tahap awal pembentukan keluarga agar potensi risiko stunting dapat ditekan sebelum masa kehamilan.
“Tugas utama kami di DPPKB adalah KIE, komunikasi, informasi, dan edukasi. Edukasi calon pengantin menjadi sangat penting karena di situlah awal terbentuknya keluarga sehat,” jelas Irwan.
Dalam pelaksanaannya, DPPKB Makassar bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA), imam kelurahan, serta berbagai pihak terkait di tingkat kecamatan untuk memberikan pemahaman kepada calon pengantin mengenai pola hidup sehat, kesehatan reproduksi, hingga kesiapan menghadapi kehamilan.
“Pembangunan keluarga tidak bisa ditangani setengah-setengah. Harus komprehensif, dari sebelum menikah, masa kehamilan, pengasuhan anak, hingga lansia,” pungkasnya.
(Sumber : Unhas TV/*)